Connect with us

Divif 2 Kostrad

Brigif Para Raider 18

Yonif Para Raider 503 Kostrad Selenggarakan Penyuluhan P4GN Dan Tes Urine Bagi Prajurit Dan Persit

Diterbitkan

pada

Pendiv2 – Prajurit dan Persit Kartika Candra Kirana Ranting 4 Yonif Para Raider 503 Kostrad menerima sosialisasi dan penyuluhan Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) serta menggelar tes urine dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dipimpin Mayor Inf Hadrianus Yossy S.B., S.I.Pem., M.Han. selaku Danyonif Para Raider 503 Kostrad.

Acara yang diselenggarakan di Aula Jarot Yonif Para Raider 503 Kostrad ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan kepada prajurit dan Persit tentang dampak negatif Narkoba, sehingga diharapkan para prajurit mendapatkan gambaran dalam upaya mencegah diri dan keluarga dari pengaruh bahaya Narkoba. Kamis (28/3).

Mayor Inf Hadrianus Yossy S.B., S.I.Pem., M.Han. menyampaikan bahwa untuk menanggulangi bahaya Narkoba, diperlukan kebijakan dan strategi kampanye atau sosialisasi tentang bahaya Narkoba yang komprehensif, multi disiplin, terkoordinasi, terpadu, konsisten, tepat waktu, berkelanjutan, dan keterkaitan.

Sementara itu, Nur Fahita Kepala BNN Kab. Mojokerto, sebagai pembicara mengungkapkan, peredaran Narkoba di Indonesia dewasa ini sudah sangat membahayakan, dengan menimbulkan korban yang tidak sedikit jumlahnya. Jenisnya pun kini semakin bertambah dan bermacam-macam.

“Penggunaan Narkoba disebabkan karena ingin coba-coba, gaya hidup (lifestyle) dan adanya tekanan hidup, yang mengakibatkan penggunanya mengalami gangguan kesehatan dan kejiwaan. Deteksi terhadap ciri-ciri pengguna Narkoba dapat dilihat dari adanya perubahan tingkah laku, pergaulan lingkungan, kebiasaan dan gaya hidup yang tak lazim, serta adanya penurunan/gangguan kesehatan secara fisik dan mental,” kata Fahita.

Menurutnya, berbagai upaya untuk mencegah beredarnya Narkoba di Indonesia telah dilakukan, diantaranya dengan pemberantasan jalur suplai dan rehabilitasi bagi pengguna Narkoba.

Namun, lanjutnya, BNN saja tidak cukup. Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama seluruh komponen dan instansi, seperti TNI, untuk mewujudkan hal tersebut.

Selain untuk memberikan pemahaman terhadap jenis tanaman maupun obat-obat terlarang dan dampak buruknya, tujuan utama pelaksanaan sosialisasi P4GN tidak lain mengupayakan pencegahan dan pemberantasan terkait peredaran dan penyalahgunaan narkoba dengan melibatkan peran serta segenap elemen masyarakat dan instansi pemerintah terutama TNI.

 

Panglima Divif 2 Kostrad

YOUTUBE

Facebook

Trending