Connect with us

Divif 2 Kostrad

Brigif Raider 9

Peringati Hari TB Sedunia, Yonif Raider 509 Kostrad Adakan Sosialisasi

Diterbitkan

pada

Pendiv2 – Dalam rangka memperingati hari TB sedunia Yonif Raider 509 Kostrad bersama RS TK. III Bhaladika Husada (DKT Jember) mengadakan kegiatan sosialisai TBC yang diselenggarakan di Gedung Serba Guna Markas Yonif Raider 509 Kostrad, Sumbersari, Jember. Selasa (12/3).

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Komandan Yonif Raider 509 Kostrad, Letkol Inf Wira Muharromah, S.H., Psc. yang dihadiri oleh Tim medis RS TK. III Bhaladika Husada (DKT Jember) yang dipimpin oleh Kapten Ckm Winarso dan diikuti oleh Para Komandan Kompi dan seluruh prajurit Yonif Raider 509 Kostrad.

Letkol Inf Letkol Inf Wira Muharromah dalam sambutannya menyampaikan tentang pentingnya menjaga kesehatan karena kesehatan itu mahal. Ia juga menghimbau kepada seluruh prajurit agar antusias mengikuti  sosialisasi tersebut untuk menambah ilmu tentang bahaya penyakit TB.

“Kegiatan sosialisasi ini bertujuan untuk menambah pengetahuan kita semua tentang bahaya penyakit TB atau yang sering dikenal dengan sebutan penyakit TBC. Untuk itu mari kita bersama-sama menyimak apa yang dijelaskan oleh Narasumber, agar kita tahu bahaya dan cara mencegahnya sehingga terhindar dari penyakit tersebut,” kata Letkol Inf Letkol Inf Wira Muharromah.

Acara inti diisi oleh dr.Wilson yang menjelaskan tentang bahaya TB. Dalam penjelasannya dr.Wilson menjelaskan bahwa Tuberkulosis yang dikenal dengan singkatan TBC adalah penyakit menular paru-paru yang disebabkan oleh Basil Mycobacterium Tuberculosis. Penyakit ini ditularkan penderita TB aktif yang batuk dan mengeluarkan titik – titik kecil air liur dan teriinfeksi ke orang yang sehat  yang memiliki kondisi yang lemah dan tidak memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit ini.

“Penyakit TB ini termasuk dalam 10 besar penyakit yang menyebabkan kematian di dunia. Data Tahun 2019 menunjukkan bahwa Indonesia berada di urutan ke 3 setelah China dan India. Sementara langkah-langkah utama yang dilakukan untuk mencegah TB yaitu dengan memberikan vaksin  BCG. Di Indonesia vaksin tersebut termasuk daftar imunisasi wajib dan diberikan sebelum bayi berusia 2 bulan”, jelas dr.Wilson.

“Resiko bila komplikasi Tuberkulosis atau tertular TBC bila tidak diobati,  bakteri TB dapat menyebar ke bagian tubuh lain dan berpotensi mengancam jiwa pengidap. Adapun komplikasi yang terjadi yaitu nyeri tulang punggung, meningitis, kerusakan sendi, gangguan hati, ginjal dan jantung”, imbuhnya.

Usai pelaksanaan sosialisai, dilanjutkan kegiatan Screnning TBC oleh dr. dr.Wilson kepada seluruh prajurit Yonif Raider 509 Kostrad.

 

Panglima Divif 2 Kostrad

YOUTUBE

Facebook

Trending