Connect with us

Divif 2 Kostrad

Menarmed 1

Karimun Club Indonesia Sambangi Benteng Van Den Bosch

Diterbitkan

pada

Pendiv2 – Destinasi wisata Benteng Van Den Bosch, memang memiliki daya tarik tersendiri bagi siapa saja yang berkunjung ke Ngawi. Tidak hanya secara perorangan, bahkan berbagai komunitaspun memanfaatkan bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda tersebut sebagai wahana silahturahmi dan wisata edukasi.

Tidak hanya Ngawi, bahkan para pengunjung dari luar daerahpun mulai menjadikan Benteng Van Den Bosch yang berada di area Markas Komando Yonarmed 12/Divif 2 Kostrad ini sebagai salah satu destinasi wisata favorit.

Seperti yang terlihat siang ini, tampak deretan mobil Suzuki Karimun terparkir rapi di halaman depan Benteng. Deretan mobil ini adalah komunitas mobil Suzuki Karimun yang menamai dirinya Karimun Club Indonesia (KCI) Korwil Madiun, Jatim. Ngawi. Senin (22/7).

Arif (58 tahun) selaku ketua mengatakan, “Anggota KCI sendiri berasal dari berbagai kalangan, baik muda ataupun tua yang memiliki berbagai macam profesi namun memiliki hoby dan kecintaan yang sama terhadap mobil Suzuki Karimun,” ungkapnya.

Menurutnya, Benteng bersejarah tersebut dinilai sangat tepat untuk dijadikan sebagai ajang reuni.

Selain untuk ajang reuni, kegiatan di Benteng Van Den Bosch ini pada intinya sebagai sarana edukasi dalam mengenalkan sejarah kepada anak-anak mereka.

“Generasi muda harus tahu bahwa di Ngawi ada peninggalan sejarah Kolonial Belanda yang sampai saat ini masih terjaga dan terawat dengan baik di bawah pengawasan Yonarmed 12/Divif 2 Kostrad,” tutur Arif.

“Melalui komunitas ini, kita ajak anak-anak kita untuk belajar menghargai perjalanan panjang perjuangan bangsa,” terang bapak 3 anak ini.

Sementara itu di tempat terpisah Danyonarmed 12/Divif 2 Kostrad Mayor Arm Ronald F Siwabessy mengatakan, “Kami membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mempelajari sejarah di Benteng Van Den Bosch, apalagi pembangunan Benteng ini sangat berkaitan dengan perjuangan Pangeran Diponegoro, salah satu pahlawan nasional bangsa Indonesia,” tandasnya.

Lebih lanjut, Mayor Ronald menyampaikan, “Bahwa sejarah bangsa Indonesia adalah bagian integral dari pembangunan bangsa di masa kini, karena melalui pemahaman akan sejarah bangsa, maka kita akan memiliki landasan filosofis yang sejalan dengan para pendiri bangsa, sehingga kita selaku generasi penerus tidak keliru dalam membangun bangsa ini,” tegas Almamater Akademi Militer tahun 2002 tersebut.

 

Panglima Divif 2 Kostrad

YOUTUBE

Facebook

Trending