Connect with us

Divif 2 Kostrad

Menarmed 1

Danyonarmed 12 Divif 2 Kostrad Terapkan Metode Ampuh Redam Emosi Dan Menangkan Logika

Diterbitkan

pada

Pendiv2 – Hampir genap setahun masa kepemimpinannya, Danyonarmed 12 Divif 2 Kostrad, Mayor Arm Ronald F Siwabessy selalu memiliki cara yang unik, dalam pembinaan terhadap  prajuritnya, seperti halnya kali ini, dengan Jargon “Six Second Pause”.

Ditemui di ruang kerjanya, Mayor Ronald menyampaikan, “Belakangan ini kita dipertontonkan dengan kejadian-kejadian sepele yang diakibatkan oleh emosi sesaat namun cukup berakibat fatal”, ungkapnya.

Tidak hanya di dunia nyata, lanjutnya di dunia maya pun banyak sekali hal-hal yang dilakukan tanpa memikirkan dampak  tindakan berbasis emosi tersebut. “Kecilnya tombol *share/bagikan* pada layar sentuh piranti komunikasi, berbanding terbalik dng begitu besarnya dampak yang timbul oleh karena emosi sesaat”, ungkap Danyon.

Lanjutnya, bagian otak yang memegang peranan penting terhadap emosi manusia adalah amygdala. Amygdala dapat dikatakan sebagai alarm otak. Pada kondisi emosional, amygdala mengidentifikasi semua informasi yang masuk melalui panca indra dan mengirimkan sinyal ke semua bagian otak untuk bersiap memberikan respons terhadap info yang masuk tersebut. Fungsi amygdala ini ditemukan oleh Joseph Le Doux, New York University.

Pada saat marah, amygdala bekerja puluhan ribu kali lebih cepat dibandingkan otak besar. Oleh karena itu, logika dikalahkan oleh emosi dan saat itulah emosi tercetus.

Untuk mencapai kecepatan yang sama dengan amygdala, otak besar (logika) butuh waktu 6 detik. Karenanya, kita harus berhenti selama 6 detik, sambil membayangkan 6 hal  menyenangkan atau 6 hal lain yang bersifat non-eksak, misalnya dengan mengingat dan menyebutkan 6 nama wanita cantik, 6 nama binatang atau buah-buahan. Hal inilah yang disebut “Metode Six Second Pause”, tandas Mayor Ronald.

Mengakhiri wawancara dengan Abituren Akmil 2002 itu, beliau menambahkan “Tidak ada satu orang pun yang bisa merubah masa lalu, namun setiap orang bisa merubah masa depannya, demikianlah kita bisa menghindarkan kesukaran di masa depan dengan menyeimbangkan antara emosi dan logika di masa kini”, tegasnya.

Panglima Divif 2 Kostrad

YOUTUBE

Facebook

Trending